Rabu, 08 Oktober 2014

Komentar Yang Mengganggu Di Media Sosial

Konsep bersosial media itu emang rada aneh, di satu sisi menjunjung tinggi publisitas, tapi di satu sisi, sosial media juga sangat personal dan tiap persona mesti punya perasaan yang harus dipeduliin sama publik di sosial media ini. Di kolom komentar tiap posting seseorang kita bisa ngomong apa pun. Ngiklan boleh, ngobrol boleh, kalau bisa kayang-kayang juga boleh.

Tapi.. kalau melhat media sosial sebagai media personal, komentar juga perlu ada etikanya. Ada beberapa komentar yang buat jengkel si empunya akun.

1. Orang ngobrol

Entah temen kamu atau bukan, ngobrol di kolom komentar status orang tuh sering terjadi. Mending kalau obrolannya masih bisa kita ikutin, nah kalau mereka berdua ngobrolin masa lalu mereka berdua, ngobrolin perdana menteri Islandia, ngobrolin rencana masa depan mereka berdua?! Udah gitu, tiap kali mereka komentar, notifikasi masuk, mau nggak mau kita jadi baca deh.

2. Iklan

"Barang baru, bro. Sneaker kulit kodok. Original. Cek IG kita"

"Sist kalau mau endorse hub ke mana. Kita mau endorse nih. Endorse jodoh!" ( komentar ini pasti banyak dijawab sama komentar-komentar lain di bawahnya )

"Butuh dana segar? tanpa perlu angsuran? Bekerja Keraslah!!!" ( tukang kredit atau motivator nih?! )

Ya, iklan baris tuh udah bukan di Pos Kota lagi, tapi udah pindah ke kolom komentar di berbagai sosial media. Bentuknya yaa seperti di atas itu tuh. Cukup mengganggu sih, apalagi sang pengiklan terlalu hard selling gitu.

Iklan seperti ini sama menjengkelkannya kayak stiker SEDOT WC yang secara liar ditempel di pagar rumah.

3. Iklan Halus

Ketahuilah, iklan itu ada iklan yang kasar, ada juga yang iklan halus. Nggak berasa iklan, tapi ya emang ngiklan.



4. Nagih Kerjaan

Contohnya komentar dengan sebuah akun yang bernama produk yang dijual, bagaikan hipno selling kita akan buka itu profile.

Sungguh nggak enak sekali saudara-saudara. Coba bayangkan aja, misal kamu ngepost foto ranting-ranting pohon di Instagram, terus ada yang komen:

"Jangan lupa tugas dikirim ke email gue yah"

atau

"Tulisan udah bro?! gue tunggu yah."

Kenapaaa?! kenapa nagih kerjaannya di sosmed? kenapa nggak lewat WhatsApp aja gitu?! Jadi rusak deh tuh momen "leha-leha senja" kayak yang tertulis di caption.

5. Nagih Utang

Ya, ini sama nggak enak kasusnya seperti nagih kerjaan. Nih yah, media sosial itu kan ruang publik yah, sama seperti mall. Bayangin aja, kalau kamu lagi ngumumin kalau kamu putus sama pacar kamu, terus ujug-ujug ada temen yang dateng berkomentar:

"Eh, lo masih ada utang gorengan yak sama gue."

atau

"Buku gue kapan dibalikin nih? udah dua juta ratus taun kayaknya,"

atau

"kolor gue yang lo pinjem udah dicuci belum? Balikin woi!"




6. SARA

Bukaan! ini bukan SARA 008, bukan juga toko baju yang elit itu ( ZARA! ). Ini adalah bentuk komentar yang merendahkan suku, ras, agama dan antar golongan. Kalau ada yang komen beginian mah langsung di-kick aja deh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar